RS PKU MUHAMMADIYAH

SURAKARTA

You are here:

Di era modern seperti sekarang, sangat mudah untuk kita memesan makanan lewat layanan jasa online. Berbagai gerai fast food atau restoran cepat saji menawarkan berbagai macam makanan seperti burger, sosis, nugget, dan lain-lain. Makanan tersebut adalah jenis makanan yang sangat disukai anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Dengan tampilan sajian yang sangat meggiurkan dapat membuat kita lapar mata dan juga dapat membuat kita tak berfikir dua kali untuk memesan makanan yang kita inginkan. Rasa gurih dan dengan sajian yang cepat dari makanan tersebut membuat kita senang untuk memesan dan menyantapnya, tidak heran jika di berbagai mal, restoran yang menjual makanan ini ramai dikunjungi.

Sayangnya, makanan rendah gizi atau sering disebut junk food ini memang sudah terkenal dapat merugikan tubuh. Mulai dari obesitas, kerusakan hati, penyakit jantung dan masih banyak lagi. Sebagian orang sudah menyadari mengonsumsi junk food sangat berbahaya bagi tubuh, namun sebagian lagi menyantapnya dengan berkala. Untuk yang terbiasa mengonsumsi junk food setiap hari, bahaya apa lagi sih yang dapat terjadi bagi tubuh? Menurut penelitian baru di Australia, lima hari mengonsumsi junk food dapat melemahkan memori otak. Studi ini menggunakan tikus untuk diuji coba. Setelah hewan tersebut melahap makanan yang tinggi lemak dan tinggi gula, tes memori menentukan bahwa tikus tak mampu mengingat objek-objek tertentu.

“Banyak orang berpikir studi ini hanya menganalisis tikus, tetapi hasilnya berlaku untuk manusia juga,” kata peneliti Margaret Morris seperti dilansir Viva news. Studi yang dipublikasikan di American Journal Of Clinical Nutrition ini menunjukan bahwa makan junk food selama lima hari sangat buruk bagi tes kogniktif yang meliputi pengukuran perhatian, kecepatan dan suasana hati.

Para peneliti menduga bahwa pola makan yang buruk dapat menghasilkan peradangan di otak, khususnya ­hippocampus atau wilayah yang berhubungan dengan memori. Bahkan, yang lebih buruk, kerusakan pada hippocampus dapat mengacaukan rasa lapar dan kenyang. Dan inilah yang dapat berujung pada obesitas atau kenaikan berat badan.

Dengan melesatnya kecanggihan teknologi sekarang, bukan berarti anda harus berpesta dengan makanan cepat saji yang bisa dengan mudah kita pesan mengggunakan ponsel. Sebaiknya seimbangkan pola makan dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan protein.

Berita Terbaru

BEST BRAND UNTUK KATEGORI R…

BEST BRAND UNTUK KATEGORI RUMAH SAKIT SWASTA

Solo,...

Read more

PENYERAHAN AMBULANCE CSR BA…

PENYERAHAN AMBULANCE CSR BANK SYARIAH MANDIRI

Bant...

Read more

Link Partner

banner1

banner2

banner3

Denah Lokasi

Jl. Ronggowarsito 130
Surakarta 57131

Artikel Kesehatan

Galeri Foto